teks berjalan

Selamat Datang*****Trimaksih Atas Kunjungannya*** Semoga Bermanfaat

Jumat, 04 Januari 2013

Makalah: Tahapan-tahapan Penelitian


TAHAPAN-TAHAPAN PENELITIAN


Kegiatan penelitian sebagai suatu cara untuk memperoleh pengetahuan atau permasalahan yang dihadapi, dilakukan secara ilmiah, sistematika dan logis. Untuk menempuh hal tersebut, harus dilalui prosedur atau tahapan-tahapan tertentu. Dalam penelitian di bidang apapun, pada umumnya tahapan-tahapan yang ditempuh itu memiliki persamaan walaupun dalam beberapa hal sering terjadi pelaksanaannya dimodifikasi oleh peneliti disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Secara garis besar tahapan-tahapan penelitian adalah sebagai berikut:
A.              Persiapan/ Perencanaan
Kegiatan yang dilakukan dalam tahapan persiapan/perencanaan penelitian (planning reseach), meliputi:
1.               Merumuskan masalah yaitu: menemukan masalah, merumuskan secara operasional dan membatasinya terutama untuk menentukan ruang lingkup masalah yang akan diteliti.
Seperti diketahui bersama bahwa penelitian adalah merupakan bagian dari pemecahan masalah. Menurut Notoatmodjo (2002) masalah penelitian secara umum dapat diartikan sebagi suatu kesenjangan (gap) antara yang seharusnya dengan apa yang terjadi tentang sesuatu hal, atau antara kenyataan yang ada atau terjadi dengan yang seharusnya ada atau terjadi serta antara harapan dan kenyataan.
Masalah penelitian dapat berasal dari berbagai sumber, yaitu dari pengalaman bekerja sehari-hari, membaca dan menelaah buku-buku atau dari apa yang dirasakan masalah oleh orang lain. Yang penting adalah bahwa peneliti harus memahami permasalahan penelitiannya.
Hasil penelitian merupakan perkayaan dari pengetahuan. Oleh karena meneliti itu memerlukan biaya, tenaga, waktu, ketekunann dan keseriusan peneliti, maka sebuah topik atau judul penelitian harus dipilih secara hati-hati hingga memenuhi persyaratan, yaitu:
a.             Judul harus sesuai dengan minat.
b.             Judul harus dapat dilaksanakan.
c.             Harus tersedia faktor pendukung.
d.            Judul harus bermanfaat.
Permasalahan dalam penelitian, secara garis besar dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu:
a.             Permasalahan untuk mengetahui status dan mendeskripsikan fenomena.
b.             Masalah untuk membandingkan dua fenomena atau lebih (masalah komparasi).
c.             Masalah untuk mencari hubungan antara dua fenomena (masalah korelasi), terbagi menjadi korelasi sejajar dan korelasi sebab akibat.
2.               Mengadakan studi pendahuluan (preliminary study) untuk mengumpulkan data atau informasi sehubungan dengan masalah yang diteliti. Preliminary studi dapat dilakukan melalui studi dokumenter, studi kepustakaan atau studi lapangan (applied research).
Studi pendahuluan merupakan salah satu aktivitas atau kegiatan persiapan yang dilakukan oleh seorang peneliti, dengan tujuan untuk menentukan objek dan subjek penelitian yang tepat, yang sesuai dengan tema penelitian yang menjadi fokus kajian peneliti. Objek penelitian, berkaitan dengan variabel-variabel yang dipilih oleh peneliti, baik variabel masalah (y) maupun variabel-variabel yang diduga merupakan variabel yang mempengaruhi variabel masalah. Dengan demikian, penentuan variabel-variabel penelitian melalui studi pendahuluan  merupakan salah satu upaya dari peneliti untuk memilih variabel-variabel yang tepat, yang secara empirik merupakan variabel masalah dan variabel penyebab yang determinan, yang mempengaruhi variabel masalah.
Sementara subjek penelitian, berkaitan dengan responden. Memilih responden yang tepat merupakan satu keharusan untuk memperoleh data/informasi yang memiliki tingkat akurasi dan presisi yang tinggi. Oleh karena itu peneliti harus menetapkan responden yang reliabel (terpercaya) dalam memberikan data/informasi yang dibutuhkan untuk menjelaskan permasalahan yang diteliti.
Cara mengadakan studi pendahuluan adalah sebagi berikut:
a.               Dengan membaca literatur, baik teori maupun penemuan (hasil penelitian terdahulu).
b.              Mendatangi ahli-ahli untuk berkonsultasi dan memperoleh informasi.
c.               Mengadakan peninjauan ke tempat atau lokasi penelitian untuk melihat benda atau peristiwa.
3.               Merumuskan hipotesis, yaitu kesimpulan atau jawaban sementara (yang memerlukan pembuktian) terhadap masalah yang akan diteliti.
Kerlinger (1973:151) menyatakan hipotesis adalah pernyataan yang bersifat terkaan dari hubungan antara dua atau lebih variabel.
Dari arti katanya, hipotesis memang dari dua penggalan. Kata Hypo yang artinya “di bawah” dan Thesa yang artinya “kebenaran” jadi hipotesis yang kemudian cara menulisnya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia menjadi hipotesa, dan berkembang menjadi hipotesis.
Apabila  peneliti telah mendalami permasalahan penelitiannya dengan seksama serta menetapkan anggapan dasar, maka lalu membuat suatu teori sementara, yang kebenarannya masih perlu di uji (di bawah kebenaran). Inilah hipotesis peneliti akan bekerja berdasarkan hipotesis. Peneliti mengumpulkan data-data yang paling berguna untuk membuktikan hipotesis. Berdasarkan data yang terkumpul , peneliti akan menguji apakah hipotesis yang dirumuskan dapat naik status menjadi tesa, atau sebaliknya tumbang sebagai hipotesis, apabila ternyata tidak terbukti.
Terhadap hipotesis yang sudah dirumuskan peneliti dapat bersikap dua hal yakni:
a.               Menerima keputusan seperti apa adanya seandainya hipotesisnya tidak terbukti (pada akhir penelitian).
b.              Mengganti hipotesis seandainya melihat tanda-tandatanda bahwa data yang terkumpul tidak mendukung terbuktinya hipotesis (pada saat penelitian berlangsung).
Untuk mengetahui kedudukan hipotesis antara lain  :
a.        Perlu di uji apakah ada data yang menunjuk hubungan variabel penyebab dan variabel akibat.
b.        Adakah data yang menunjukkan bahwa akibat yang ada ,memang ditimbulkan oleh penyebab itu.
c.        Adanya data yang menunjukkan bahwa tidak ada penyebab lain yang bisa menimbulkan akibat tersebut.
Arief Furchon (1982: 126) menyebutkan bahwa kegunaan hipotesis antara lain:
a.               Hipotesis memberikan penjelasan sementara tentang gejala-gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang.
b.              Hipotesis memberikan suatu pernyataan hubungan yang langsung dapat diuji dalam penelitian.
c.               Hipotesis memberikan arah kepada penelitian.
d.              Hipotesis memberikan kerangka untuk melaporkan kesimpulan penyelidikan
Ada dua jenis hipotesis yang digunakan dalam penelitian antara lain :
a.               Hipotesis kerja atau alternatif ,disingkat Ha, hipotesis kerja menyatakan adanya hubungan antara variabel X dan Y, atau adanya perbedaan antara dua kelompok.
Rumusan hipotesis kerja
a)               Jika... Maka...
b)              Ada perbedaan antara... Dan... Dalam...
c)               Ada pengaruh... Terhadap...
b.              Hipotesis nol (null hypotheses) disingkat Ho.
Hipotesis ini menyatakan tidak ada perbedaan antara dua variabel, atau tidak adanya pengaruh variabel X terhadap variabel Y
Rumusannya:
a)               Tidak ada perbedaan antara... Dengan... Dalam...
b)              Tidak ada pengaruh... terhadap...
Ciri-ciri hipotesis yang baik adalah sebagai berikut:
a)               Hipotesis harus mempunyai daya penjelas
b)              Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel-variabel-variabel.
c)               Hipotesis harus dapat diuji
d)              Hipotesis hendaknya konsistesis dengan pengetahuan yang sudah ada.
e)               Hipotesis hendaknya dinyatakan sesederhana dan seringkas mungkin.
B.              Pelaksanaan
Kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan penelitian (operational research) adalah pengumpulan data yang didasarkan kepada pedoman penelitian yang telah dipersiapkan. Kegiatan ini erat hubungannya dengan metode penelitian yang digunakan. Data yang telah terkumpul, selanjutnya dijadikan sebagai dasar dalam menguji hipotesis yang diajukan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dapat dilakukan dengan teknik-teknik berikut:
1.               Tes
Pengumpulan data dalam penelitin dapat dilakukan dengan tes atau pengujian. Tes adalah prosedur sistematik yang dibuat dalam bentuk tugas-tugas yang distandarisasikan dan diberikan kepada individu atau kelompok untuk dikerjakan, dijawab atau direspon, baik dalam bentuk tertulis, lisan maupun perbuatan. Tes juga dapat dikatakan sebagai alat pengukur yang mempunyai standar obyektif sehingga dapat digunakan untuk mengukur dan membandingkan keadaan psikis atau tingkah laku individu.
Beberapa jenis tes yang biasa digunakan dalam penelitian misalnya tes bakat/minat, tes intelegensi, tes prestasi, tes kepribadian dan sebagainya. Untuk menentukan jenis tes mana yang akan digunakan dalam penelitian, tergantung pada jenis dan tujuan penelitian itu sendiri. Tes yang baik adalah tes yang obyektif, valid dan reliable.
2.               Kuesioner atau Angket
Kata kuesioner dipakai untuk menyebutkan metode atau instrumen, artinya, dalam menggunakan  metode kuesioner atau angket, maka instrumen yang dipakai juga adalah angket. Tujuan pokok dari penyusunan kuesioner adalah untuk memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan penelitian, dan memperoleh informasi dengan kebenaran dan kepercayaan setinggi mungkin. Bentuk atau macam kuesioner dapat dibedakan dalam beberapa jenis, tergantung pada sudut pandangnya, dilihat dari bentuk pertanyaannya, kuesioner dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu pertanyaan terbuka, (opened question) atau kuesioner tak terstruktur, pertanyaan tertutup (closed question) atau kuesioner berstruktur dan yang ketiga pertanyaan terbuka dan tertutup. Dilihat dari jawaban yang diberikan, kuesioner dibedakan menjadi kuesioner langsung dan kuesioner tidak langsung. Sedangkan dilihat dari bentuknya, kuesioner terdiri dari empat bentuk yaitu: kuesioner pilihan ganda, kuesioner lisan, Check list dan Rating scale.
3.               Wawncara

4.               Observasi
5.               Dokumentasi

C.              Pengolahan Data
D.              Penulisan Laporan Hasil Penelitian


DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 1996. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta.
Faiasl, Sanapioh. 1982. Metodologi Penelitian Pendidikan, Surabaya: Usaha Nasional.
Furchon, Arief. 1982. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan, Surabaya: Usaha Nasional.
Narbuko, A. dan Achmadi, A. 2002. Metodologi Penelitian, Jakarta: PT Bumi Aksara.
Wahidin, Khaerul dan Taqiyuddin Masyhuri, 2002. Metode penelitian. Cirebon: Badan Penerbit STAIN Cirebon.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar